Kamis, 06 Februari 2014

Bahasa Indonesia Sebagai Pembawa Dan Pengesah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Membuat Makalah Topik Bahasa Indonesia Sebagai pembawa dan pengesah ilmu pengetahuan dan teknologi.



 Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kita gunakan sehari hari,jadi sebaiknya kita juga bisa selalu menggunakan bahasa indonesia yang Baku.
tidak terlalu terikat dengan kemajuan bahasa Gaul.






A.Kata Pengantar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”Bahasa Indonesia Sebagai Pembawa dan Pengesah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”.
 
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis (Pak Ihsan,Bu khusniah) yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
 
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
 
B.Pendahuluan
 
Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahas Indoneia yang berlaku. Kaidah bahasa Indonesia itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati dengan konsisten, pemakaian bahasa Indonesia dikatakan benar. Sebaliknya, jika kaidah-kaidah bahasa itu kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar/tidak baku.

Oleh karena itu, kaidah yang mengatur pemakaian bahasa itu meliputi kaidah pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat, pembentukan paragraf, penataan penalran, serta penerapan ejaan yang disempurnakan. Kaidah-kaidah itu diungkapkan lebih lanjut pada bagian lain, dengan dilengkapi contoh yang salah dan contoh yang benar.

C.Pembahasan Masalah 

Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesusai dengan norma kemasyarakatan yan berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.
Jika bahasa diibaratkan pakaian, kita akan menggunakan pakaian renang pada saat akan berenang di kolam renang sambil membimbing anak-anak belajar berenang. Akan tetapi, tentu kita akan mengenakan pakaian yang disetrika rapi, sepatu yang mengkilat, dan seorang laki-laki mungkin akan menambahkan dasi yang bagus pada saat ia menghadiri suatu pertemuan resmi, pada saat menghadiri pesta perkawinan rekan sejawat, atau pada saat menghadiri sidang DPR.
 
Akan sangat ganjil bukan, jika pakaian yang disetrika, sepatu mengkilap, dasi,  dan sebagainya itu digunakan untuk berenang. Demikian juga kita akan dinilai sebagai orang yang kurang adab jika menghadiri acara dengar pendapat di DPR dengan pakaian renang karena di sana ada ketentuan yang sudah disepakati bahwa siapa pun yang akan menghadiri acara resmi di DPR harus berpakaian rapi.  Barangkali kita masih ingat kasus seorang pengusaha sukses, yang oleh petugas protokol ditolak menghadiri acara  dengar pendapat di DPR karena  pengusaha  yang "nyentrik"  itu tidak menggunakan  pakian rapi. 

1.Contoh menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.

Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku Contoh :
  • Apakah kamu ingin menyapu rumah bagian belakang ?
  • Apa yang kamu lakukan tadi?
  • Misalkan ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang siswa
    • Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?
    • Rino : sudah saya kerjakan pak.
    • Pak guru : baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.
    • Rino : Terima kasih Pak
Kata yang digunakan sesuai lingkungan sosial
Contoh lain dari pada Undang-undang dasar antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.

Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan  bahasa yang sangat baku, dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.

Contoh lain dalam tawar-menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam tawar -menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti ini.
(1)   Berapakah Ibu mau menjual tauge ini?
(2)   Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa ongkosnya?
Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
(3)   Berapa nih, Bu, tauge nya?
(4)   Ke Pasar Tanah Abang, Bang. Berapa?
Misalkan perbedaan dari bahasa indonesia yang benar dengan bahasa gaul
 
  Bahasa Indonesia      Bahasa Gaul
Aku, Saya               Gue/Gw
KamuElo
Apakah benar?Emang Bener?
Tidak PeduliEmang gw pikirin.
tidaknggak/gk
SayaAkikah

Dari contoh diatas perbedaan antara bahasa yang baku dan non baku  dapat terlihat dari pengucapan dan dari tata cara penulisannya. Bahasa indonesia baik dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami,  bentuk bahasa baku yang sah agar secara luas masyarakat indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional.
 Contoh pada

“Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”, demikianlah bunyi alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi pendiri bangsa dan negara Indonesia. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Kita sebagai bagian bangsa Indonesia sudah selayaknya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Paragraph dibawah ini cuplikan gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah bukan kata popular dan bersifa objektif, dengan penyusunan kalimat yang cermat.
Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini, ada tidaknya nilai informative dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis. Pasalnya, selain harus bisa menerima, kita juga harus mampu memberi. Inilah efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. Oleh karena itu, kita pun dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Namun persoalannya, apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Sementara itu, yakinilah, tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya, atau dalam penegasan lain, bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya. Buku ini memperkenalkan langkah-langkah pragmatic yang Anda perlukan agar tulisan Anda bisa tampil wajar, segar, dan enak dibaca

D.Perumusan Masalah

Atas Penentuan Latar belakang dan penentuan Pembahasan masalah di atas,maka kami dapat mengambil kesimpulan perumusan masalah seperti berikut :
"Bahwa bahasa Indonesia adalah Pedoman Hidup bagi Masyarakat Indonesia untuk Beriteraksi satu sama lain(Sebagai Penghubung Bahasa-Bahasa yang beranekaragam di Indonesia)jadi bahasa indonesia adalah bahasa yang baik dan sempurna karna di serap dari semua bahasa,dan dijadikan nya bahasa Indonesia"

E.Kegunaan Penelitian


Jadi Tujuan Pembuatan makalah ini adalah sebagai informasi bagi pelajar dan Masyarakat.
termasuk di dalamnya adalah pengajar,pelajar,dan masyarakat untuk memahami bahasa indonesia yang baik dan benar (Baku).

F.Tujuan Penulisan

Pembuatan Makalah ini dilakukan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat indonesia,Bahwa lebih baik menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Secara Terprinci Makalah ini di buat untuk :
1.Agar Masyarakat indonesia dapat memahami bahasa indonesia yang baik dan benar dalam percakapan sehari-hari.
2.Menjelaskan Bahwa bahasa indonesia adalah bahasa yang Baku.

G.Metode Penulisan

Untuk Mendapatkan Informasi di dalam makalah kami,kami menggunakan metode observasi atau teknik pengamatan langsung,dari Televisi,Buku,dan juga media massa.elektronik yang berjangka internasional,yaitu Internet.

H.Hipotesis

Pembuatan Makalah ini di buat dari Pencarian dari berbagai Sumber.

Waktu dan Lokasi Penelitian

Pembuatan makalah ini dilakukan selama 1 bulan,dimulai dari pengumpulan data dari berbagai sumber di internet hingga penulisan hasil akhir penelitian.

I.Sistematika Penulisan

Pada makalah tentang bahasa indonesia sebagai pembawa dan pengesah ilmu pengetahuan dan teknologi ini yang di mulai dari pendahuluan,pembahasan masalah,perumusan masalah,kegunaan penelitian,tujuan penulisan,metode penulisan,hipotesis,sampai terakhir Sistematika Penulisan Malakah tentang Bahasa Indonesia sebagai pembawa dan pengesah ilmu pengetahuan dan Teknologi berisi tentang definisi bahasa indonesia yang seharusnya baku,yang di gunakan dalan kehidupan sehari-hari untuk berinteraksi dengan semua masyarakat indonesia.

J.Penutup

Kiranya cukup sampai disini sedikit sambutan yang dapat saya sampaikan. Untuk segala kesalahan dan tutur kata yang kurang berkenan dihati Ibu guru dan Teman-teman, baik yang saya sengaja maupun tidak, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Akhirun kalam,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

2 komentar: